Daerah Yang Dikunjungi

Ir.Sanggam Hutapea Dorong Perluasan Coklat di Kawasan Pahae Seluas 100 Hektar

Ir Bastian Sitompul :”Bibit Bersertifikat dan Tenaga Ahli Segera Turun”

Taput,Metro

Ir Sanggam Hutapea MM melalui Sanggam Hutapea Center mendorong perluasan tanaman coklat seluas 100-150 hektare di kawasan Pahae ( meliputi Kecamatan Purba Tua, Pahae Jae dan Pahae Julu).Selain itu, menurunya kualitas dan produksi akibat hama penyakit akan segera ditangani.Sanggam Hutapea didampingi Ir Bastian Sitompul dan Ir Nelson Sitompul pada pertemuan dengan 1500 orang lebih petani coklat kawasan Pahae , di Kecamatan Purba Tua,Sabtu ( 5/4) mengatakan bahwa membangun sebuah wilayah harus sesuai dengan potensi yang ada didaerah tersebut, tentu melalui kajian , analisa dan motivasi kepada masyarakat.Ketika masyarakat diperhadapkan pada masalah pertanian juga harus segera disikapi.

”Saya mendapat informasi dari Bang Bastian (Bastian Sitompul-red) bahwa tanaman coklat adalah andalan masyarakat Pahae,terutama kecamatan Purba Tua. Primadona ini harus kita jaga secara berkelanjutan baik dari segi produksi maupun kualitas.Tantangan saat ini, adanya serangan hama , disisi lain masih sangat layak tanaman coklat untuk dikembangkan (diperluas) di Pahae. Inilah pekerjaan kita kedepan yang akan dilaksanakan secara kontiniu dan berkelanjutan,” ujar Sanggam usai mempresentasikan visi dan misi Sanggam Hutapea Center yang berdiri Februari lalu di Tarutung.

Sanggam mengingatkan satu hal yang paling penting bagi petani adalah pengetahuan budidaya, teknik permentasi dan interaksi dengan tenaga penyuluh dan ahli tanaman coklat.”Silahkan lebih banyak berinteraksi dengan tenaga ahli yang akan kita turunkan, dan sampaikan data areal lahan yang masih memungkinkan untuk diperluas, dari laporan dari tenaga ahli tersebut upaya untuk ekstensifikasi coklat yang kami sediakan seluas 100-150 hektar di Pahae akan segera realisasi,” ujar Sanggam ,disambut aplaus oleh seluruh masyarakat dan petani coklat yang hadir dalam pertemuan di Gereja GKPI Janji Angkola-Purba Tua.

Ir. Marihot Lumbantobing dari Sanggam Center menyebutkan pertemuan itu sendiri sebelumnya diperkirakan hanya dihadiri sekitar 500 orang, ternyata diluar dugaan, masyarakat dari Kecamatan Pahae Jae,Purba Tua dan Pahae Julu berjubel memadati gedung dan komplek gereja. Hadir juga Jatinegara Sitompul, Pdt A Sinaga, Jasa Sitompul(yang ikut menggagas coklat menjadi makanan konsumsi di Jakarta), Rio Succes Panggabean (Ketua Kelompok Petani Coklat Purba Tua),Suwardi Pasaribu (Ketua Kelompok Tani IMS-Sarulla) Martin Sitompul (Silangkitang), M Gultom,Asli Simanjuntak (Ketua Kelompok Tani Sapakhilalaan-Nahornop Marsada) dan lain lain.

Sementara itu Ir Bastian Sitompul (65) yang selama ini dikenal sebagai” penyelamat”, karena dinilai berhasil sebagai penggagas dan motivator pengembangan coklat di Pahae menggambarkan tentang kondisi yang terjadi pada era tahun 70-80 an di Purba Tua, sebelum tanaman coklat dikenal dan dikembangkan .Dalam masa itu,masyarakat Purba Tua hidup dalam ketertinggalan dan keterpurukan.Tokoh yang dianggap sebagai bapak bagi petani coklat di Purba Tua dan Pahae ini ikut prihatin dengan kondisi yang dialami petani coklat di Pahae belakangan ini. Dia juga bercerita soal hubunganya dengan Sanggam Hutapea.

Dijelaskan, dia dengan Sanggam bersama intelektual muda yang berasal dari Bona Pasogit sering berdiskusi di Jakarta soal peningkatan pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara. Sementara,di Sanggam Hutapea Center, Bastian ikut bergabung dengan sejumlah intelektual seperti Nelson Sitompul SE, Tugu Sitompul SE, Ir Lintong Bakara, DR Mangasi Panjaitan, Prof DR M Tampubolon,DR Martin Panggabean, DR Tungkot Sipayung, DR Agus Zainul Arifin ( mantan Direktur UtamaBRI), dan Ir Krisna Wijaya MM.

Bastian Sitompul memandang perlu segera ditangani permasalahan penyakit tanaman coklat di Pahae.”Jangan kita biarkan lagi masyarakat terpuruk seperti masa lalu. Jika 10 tahun terakhir, hasil coklat sudah dirasakan, kita harus menjaga dan menyelamatkan tanaman ini.Persoalan hama ini harus kita sikapi dengan cepat, itulah sebabnya saya mengajak Sanggam ke Pahae, kerena saya melihat dia mempunyai komitmen kuat untuk membantu rakyat kecil,” ujar Mantan Direktur Utama PTP IX yang menjadi Senior Sanggam Hutapea di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dijelaskan, dalam waktu dekat dia bersama ahli tanaman coklat Ir Tri Hartomo M.Si akan turun ke Pahae untuk membantu petani menghadapi penyakit yang saat ini menyerang tanaman.”Tri Hartomo akan mendemonstrasikan cara penanggulangan penyakit.Dia juga akan mensurvei lokasi pengembangan perluasan tanaman coklat di Pahae, sepanjang kita butuhkan, spesialis tanaman coklat itu akan berada di Pahae,” sebut Bastian diamini Sanggam Hutapea, yang bersedia memberikan donasinya untuk menanggulangi penyakit dan perluasan tanaman coklat di Pahae.

Dia juga menganjurkan agar kulit coklat jangan dibuang disembrangan tempat, sebab akan menjadi sarang penyakit tanaman.Lebih baik sisa kulit coklat ditanam dengan cara berpindah pindah (tidak dalam satu lokasi).Dijelaskan, penggulangan sementara akan dilakukan penyemprotan sebelum dicari solusi yang tepat misalnya dengan mengembangkan jenis hewan semut yang sifanya berlawanan dengan hama putih yang menyerah tanaman..

Terkait perluasan tanaman coklat seluas 100-150 hektar, petani diminta agar segera menyerahkan data luasan lahan.”Data itu harus segera ada ditangan kami, agar tim ahli segera mensurvei dan bibitnya segera dihitung dan didatangkan dari Pulau Jawa.Bibitnya harus bersertifikat dari badan Negara, agar hasilnya juga berkualitas.Sebab dorongan perluasan yang digagas Sanggam Hutapea ini murni untuk membantu masyarakat mengembangkan coklat yang menjadi andalan Pahae secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, disepakati jadwal dan lokasi penelitian yang tersebar di puluhan desa yang berada di kawasan Pahae, yang saat ini mengembangkan tanaman coklat. Dalam pertemuan itu beberapa kelompok petani juga menyerahkan proposal pembangunan .Bastian Sitompul menginformasikan,minggu ini, tim ahli akan segera turun untuk meninjau lokasi lokasi tanaman coklat dan areal perluasan yang diusulkan masyarakat.”Dalam seminggu ini, survey dan pendataan sudah finishing”, sebutnya.

Pada pertemuan tersebut, baik Sanggam maupun Bastian tidak menyinggung soal Pilkada Taput yang sudah diambang mata.Tetapi ada saja beberapa masyarakat yang menyinggung soal itu dan secara spontan memotivasi Sanggam agar bersedia mencalonkan diri menjadi Bupati Taput Priode 2008-2014. M Gultom, misalnya mengatakan, inilah yang kami inginkan dari seorang calon pemimpin, tidak hanya menebar janji janji muluk, tetapi selalu bicara soal implementasi peningkatan kehidupan perekonomian rakyat.Ungkapan tersebut hanya membuat Sanggam Hutapea tersenyum dan tak berkomentar.

Kepada Metro, M Gultom (65) penduduk Parsaoran Samosir -Sarulla mengatakan sosok Bastian Sitompul sudah dikenal luas di Pahae.Dia menjadi “penyelamat” kami dari keterpurukan dimasa lampau, sekarang coklat menjadi penopang hidup sebahagian besar warga Pahae. Maka kami yakin, siapa pun sosok yang dia bawa ke Pahae, tentu sudah mempunyai kapabilitas teruji sama seperti Bastian. Dan terbukti hari ini dengan komitmen dan dorongan dari Sanggam Hutapea,’ujarnya.

Sementara itu, Jasa Sitompul sangat tertarik dan kagum dengan pertemuan tersebut.”Semua yang dibicarakan bermuara pada peningkatan eokonomi rakyat, dan saya lihat selama hampir 2 ½ jam, seluruh hadirin dengan tertib dan antusias mengikuti pertemuan, ini pertanda bahwa masyarakat sangat mengiginkan motifasi , pencerahan dan pendekatan sosial ekonomi yang diusung oleh Bastian dan rekanya dari Jakarta ’, ujarnya.

Ketua Kelompok Petani Coklat Purba Tua kepada Metro menginformasikan bahwa luas areal produktif tanaman coklat saat ini di Kecamatan Purba Tua mencapai 600 hektar yang digarap oleh sekitar 1300 kepala keluarga (KK). Jumlah itu menurutnya, belum termasuk areal yang tidak produftif seluas 700 hektar.Dia menyebut, kendala yang dihadapi adalah munculnya hama putih yang mengakibatkan daun dan buah muda layu dan mati tidak pada waktunya.”Serangan hama ini telah berlangsung selama beberapa tahun terkhir, yang berakibat turunya kualitas dan produksi”, jelasnya.

Di acara penutup, Ir Sanggam Hutapea, Ir Bastian Sitompul dan Ir Nelson Sitompul didaulat menerima ulos dan cenderamata lainya yang diserahkan Pendeta Resort GKPI Janji Angkola Pdt A Sinaga bersama tokoh masyarakat. (jps).

Tarutung, 7 April 2008

Jan Pieter Simorangkir


Hit Counters